Rabu, 08 Januari 2014

Mengenal Lebih Dekat Dengan Motherboard

Motherboard alias mainboard alias system board, ketiganya mengacu pada satu barang yang sama, yakni sebuah papan sirkuit dan panel-panel elektronik yang menggerakan system PC secara keseluruhan. Secara prinsip, sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian yakni system CPU (prosesor), sirkuit clock/timing, Ram, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port pararel, slot ekspansi, prot IDE. 

pro1.gif   pro2.gif

Yang perlu diperhatikan!

 Terutama sekali, sedikitnya ada 7 hal yang harus diperhatikan pada sebuah motherboard. Ketujuh komponen tersebut adalah :
  1. Chipset
  2. Tipe CPU
  3. Slot dan tipe memori
  4. Cache memory
  5. Sistem BIOS
  6. Slot ekspansi
  7. Port I/O
 Dari sinilah sesungguhnya problem pada sebuah system PC bisa dilacak atau dideteksi. Kerusakan di luar 7 komponen tersebut biasanya jarang terjadi. Kemungkinan yang lain, bila ketujuh komponen ini terlihat beres-beres saja, patut diduga bahwa masalahnya terletak pada arsitektur motherboard itu sendiri, entah sirkuit-sirkuitnya, atau komponen-komponen yang dipergunakannya.  

Chipset : Komandan data dan proses

 Disebut chipset karena barang satu ini umumnya merupakan sepasang chip yang mengendalikan prosesor dan fitur-fitur hardware yang ada pada mortherboard secara menyeluruh. Sepasang chip ini, yang satu buah disebut North Bright chip dan satu lagi dipanggil South Bridge chip, bisa dibilang merupakan panglima tertinggi pada sebuah system bernama motherboard.Saat ini, terdapat banyak motherboard dengan chipset yang berbeda-beda. Jenis chipset yang digunakan pada motherboard akan menentukan beberapa hal antara lain. 
  • Tipe prosesor yang bias digunakan
  • Jenis memori yang bias mendukung system PC dan kapasitas maksimumnya
  • Kelengkapan I/O yang mampu disediakan
  • Tipe display adapter yang bisa digunakan
  • Lebar data pada motgherboarad yang bisa didukung
  • Ketersedian fitur-fitur tambahan (misalnya LAN, sound card, atau modem onboard).

 

Tipe CPU

 Terdapat tiga tipe CPU yang banyak beredar di pasaran yakni CPU keluaran Intel Corporation, AMD keluaran Advanced Micro Device, dan Cyrix atau VIA C3 keluaran VIA Technologies Corporation. CPU alias prosesor keluaran VIA sendiri pada umumnya mengikuti platform teknologi yang dikeluarkan oleh Intel. Artinya, setiap seri prosesor yang dirilis VIA pada umumnya selalu memiliki kompatibilitas dengan seri prosesor yang dibuat Intel.           Sementara AMD menggunakan platform teknologi yang berbeda dari yang digunakan oleh Intel, sekalipun teknologi pross yang digunakan oleh perusahaan ini juga mengikuti apa yang dilakukan Intel. Lantaran perbedaan platform ini, prosesor AMD menggunakan soket atau slot yang berbeda dari yang digunakan oleh Intel. Bila Intel menyebut Slot 1, AM menyebutnya Slot A. pada prosesor soket, belakangan AMD relative lebih konsisten dalam mengeluarakan tipe soket yang digunakan, yakni senantiasa menggunakan Soket A yang kompatibel pada seri kecepatan manapun, yakni soket dengan jumlah pin 462 buah. Bandingkan dengan Intel yang selalu berubah-ubah, dari soket 370 pin, kemudian menjadi 423 pin, lalu berubah lagi menjadi 478. akibatnya, kemungkinan untuk meng-upgrade sebuah prosesor Intel generasi baru selalu harus dibarengi dengan penggantian motherboard itu sendiri.            Berikut adalah sedikit sejarah perkembangan prosesor Intel dan para clone-nya yang berhasil disarikan
  • Debut Intel dimulai dengan processor seri MCS4 yang merupakan cikal bakal dari prosesor i4040. Processor 4 bit ini yang direncanakan untuk menjadi otak calculator , pada tahun yang sama (1971), intel membuat revisi ke i440. Awalnya dipesan oleh sebuah perusahaan Jepang untuk pembuatan kalkulator , ternyata prosesor ini jauh lebih hebat dari yang diharapkan sehingga Intel membeli hak guna dari perusahaan Jepang tersebut untuk perkembangan dan penelitian lebih lanjut. Di sinilah cikal bakal untuk perkembangan ke arah prosesor komputer.
  • Berikutnya muncul processor 8 bit pertama i8008 (1972), tapi agak kurang disukai karena multivoltage.. lalu baru muncul processor i8080, disini ada perubahan yaitu jadi triple voltage, pake teknologi NMOS (tidak PMOS lagi), dan mengenalkan pertama kali sistem clock generator (pake chip tambahan), dikemas dalam bentuk DIP Array 40 pins. Kemudian muncul juga processor2 : MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor2 lain seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR dst. Z80 full compatible dengan i8008 hanya sampai level bahasa mesin. Level bahasa rakitannya berbeda (tidak kompatibel level software). Prosesor i8080 adalah prosesor dengan register internal 8-bit, bus eksternal 8-bit, dan memori addressing 20-bit (dapat mengakses 1 MB memori total), dan modus operasi REAL.
  • Thn 77 muncul 8085, clock generatornya onprocessor, cikal bakalnya penggunaan single voltage +5V (implementasi s/d 486DX2, pd DX4 mulai +3.3V dst).
  • i8086, prosesor dengan register 16-bit, bus data eksternal 16-bit, dan memori addressing 20-bit. Direlease thn 78 menggunakan teknologi HMOS, komponen pendukung bus 16 bit sangat langka , sehingga harganya menjadi sangat mahal.
  • Maka utk menjawab tuntutan pasar muncul i8088 16bit bus internal, 8bit bus external. Sehingga i8088 dapat memakai komponen peripheral 8bit bekas i8008. IBM memilih chip ini untuk pebuatan IBM PC karena lebih murah daripada i8086. Kalau saja CEO IBM waktu itu tidak menyatakan PC hanyalah impian sampingan belaka, tentu saja IBM akan menguasai pasar PC secara total saat ini. IBM PC first release Agustus 1981 memiliki 3 versi IBM PC, IBM PC-Jr dan IBM PC-XT (extended technology). Chip i8088 ini sangat populer, sampai NEC meluncurkan sebuah chip yang dibangun berdasarkan spesifikasi pin chip ini, yang diberi nama V20 dan V30. NEC V20 dan V30 adalah processor yang compatible dengan intel sampai level bahasa assembly (software).
Chip 8088 dan 8086 kompatibel penuh dengan program yang dibuat untuk chip 8080, walaupun mungkin ada beberapa program yang dibuat untuk 8086 tidak berfungsi pada chip 8088 (perbedaan lebar bus)
  • Lalu muncul 80186 dan i80188.. sejak i80186, prosessor mulai dikemas dalam bentuk PLCC, LCC dan PGA 68 kaki.. i80186 secara fisik berbentuk bujursangkar dengan 17 kaki persisi (PLCC/LCC) atau 2 deret kaki persisi (PGA) dan mulai dari i80186 inilah chip DMA dan interrupt controller disatukan ke dalam processor. semenjak menggunakan 286, komputer IBM menggunakan istilah IBM PC-AT (Advanced Technology)dan mulai dikenal pengunaan istilah PersonalSystem (PS/1). Dan juga mulai dikenal penggunaan slot ISA 16 bit yang dikembangkan dari slot ISA 8 bit , para cloner mulai ramai bermunculan. Ada AMD, Harris & MOS yang compatible penuh dengan intel. Di 286 ini mulai dikenal penggunaan Protected Virtual Adress Mode yang memungkinkan dilakukannya multitasking secara time sharing (via hardware resetting).
Tahun 86 IBM membuat processor dengan arsitektur RISC 32bit pertama untuk kelas PC. Namun karena kelangkaan software, IBM RT PC ini “melempem” untuk kelas enterprise, RISC ini berkembang lebih pesat, setidaknya ada banyak vendor yang saling tidak kompatibel.
  • Lalu untuk meraih momentum yang hilang dari chip i8086, Intel membuat i80286, prosesor dengan register 16-bit, bus eksternal 16-bit, mode protected terbatas yang dikenal dengan mode STANDARD yang menggunakan memori addressing 24-bit yang mampu mengakses maksimal 16 MB memori. Chip 80286 ini tentu saja kompatibel penuh dengan chip-chip seri 808x sebelumnya, dengan tambahan beberapa set instruksi baru. Sayangnya chip ini memiliki beberapa bug pada desain hardware-nya, sehingga gagal mengumpulkan pengikut.
  • Pada tahun 1985, Intel meluncurkan desain prosesor yang sama sekali baru: i80386. Sebuah prosesor 32-bit , dalam arti memiliki register 32-bit, bus data eksternal 32-bit, dan mempertahankan kompatibilitas dengan prosesor generasi sebelumnya, dengan tambahan diperkenalkannya mode PROTECTED 32-BIT untuk memori addressing 32-bit, mampu mengakses maksimum 4 GB , dan tidak lupa tambahan beberapa instruksi baru. Chip ini mulai dikemas dalam bentuk PGA (pin Grid Array)
Prosesor Intel sampai titik ini belum menggunakan unit FPU secara
internal . Untuk dukungan FPU, Intel meluncurkan seri 80×87. Sejak 386 ini mulai muncul processor cloner : AMD, Cyrix, NGen, TI, IIT, IBM (Blue Lightning) dst, macam-macamnya : 
i80386 DX (full 32 bit)
i80386 SX (murah karena 16bit external)
i80486 DX (int 487)
i80486 SX (487 disabled)
Cx486 DLC (menggunakan MB 386DX, juga yang lain)
Cx486 SLC (menggunakan MB 386SX)
i80486DX2
i80486DX2 ODP
Cx486DLC2 (arsitektur MB 386)
Cx486SLC2 (arsitektur MB 386)
i80486DX4
i80486DX4 ODP
i80486SX2
Pentium
Pentium ODP
  • Sekitar tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat populer, peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan dukungan FPU internal dan skema clock multiplier (seri i486DX2 dan iDX4), tanpa tambahan instruksi baru. Karena permintaan publik untuk prosesor murah, maka Intel meluncurkan seri i80486SX yang tak lain adalah prosesor i80486DX yang sirkuit FPU-nya telah disabled . Seperti yang seharusnya, seri i80486DX memiliki kompatibilitas penuh dengan set instruksi chip-chip seri sebelumnya.
  • AMD dan Cyrix kemudian membeli rancangan prosesor i80386 dan i80486DX untuk membuat prosesor Intel-compatible, dan mereka terbukti sangat berhasil. Pendapat saya inilah yang disebut proses ‘cloning’, sama seperti cerita NEC V20 dan V30. AMD dan Cyrix tidak melakukan proses perancangan vertikal (berdasarkan sebuah chip seri sebelumnya), melainkan berdasarkan rancangan chip yang sudah ada untuk membuat chip yang sekelas.
  • Tahun 1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya terhadap i80486: struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih tinggi , dan pipelining, TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari chip ini, hanya fakta bahwa standar VLB yang dibuat untuk i80486 tidak cocok (bukan tidak kompatibel) sehingga para pembuat chipset terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung PCI. Intel menggunakan istilah Pentium untuk meng”hambat” saingannya. Sejak Pentium ini para cloner mulai “rontok” tinggal AMD, Cyrix . Intel menggunakan istilah Pentium karena Intel kalah di pengadilan paten. alasannya angka tidak bisa dijadikan paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium menggunakan TM. AMD + Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka mengeluarkan standar Pentium Rating (PR) sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi degan Sun, namun gagal dan Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh menjiplak rancangan Sun. Sejak Pentium, Intel telah menerapkan kemampuan Pipelining yang biasanya cuman ada diprocessor RISC (RISC spt SunSparc). Vesa Local Bus yang 32bit adalah pengembangan dari arsitektur ISA 16bit menggunakan clock yang tetap karena memiliki clock generator sendiri (biasanya >33Mhz) sedangkan arsitektur PCI adalah arsitektur baru yang kecepatan clocknya mengikuti kecepatan clock Processor (biasanya kecepatannya separuh kecepatan processor).. jadi Card VGA PCI kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz processor yang berbeda alias makin cepat MHz processor, makin cepat PCI-nya
  • Tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam prosesor menuntut dibuatnya socket 8 . Pin-pin prosesor ini terbagi 2 grup: 1 grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk prosesornya sendiri, yang tak lebih dari pin-pin Pentium yang diubah susunannya . Desain prosesor ini memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani instruksi 32-bit, namun jika ada instruksi 16-bit muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka prosesor akan melakukan pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1 instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe) .
  • Tahun 1996, prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang digunakan AMD . Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium.
Bagaimana dengan AMD K5? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’ i80486DX dengan kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz . Spesifikasi Pentium yang didapat AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix saat merancang 6×86 hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka tidak diberi akses ke desain aslinya. Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat dengan IBM sampai tahun 2005)Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6 sebenarnya adalah rancangan milik NexGen ? Sewaktu Intel menyatakan membuat unit MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya spesifikasi MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi MMX dengan Pentium MMX.
  • Tahun 1997, Intel meluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi MMX yang memiliki 2 inovasi: cache memori tidak menjadi 1 dengan inti prosesor seperti Pentium Pro , namun berada di luar inti namun berfungsi dengan kecepatan processor. Inovasi inilah yang menyebabkan hilangnya kekurangan Pentium Pro (masalah pengosongan cache) Inovasi kedua, yaitu SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa? Karena kita dapat memasang prosesor Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan adapter khusus. Tambahan : karena cache L2 onprocessor, maka kecepatan cache = kecepatan processor, sedangkan karena PII cachenya di”luar” (menggunakan processor module), maka kecepatannya setengah dari kecepatan processor. Disebutkan juga penggunaan Slot 1 pada PII karena beberapa alasan :
Pertama, memperlebar jalur data (kaki banyak – Juga jadi alasan Socket 8), pemrosesan pada PPro dan PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya Slot 1 lebih punya kekuatan di Multithreading / Multiple Processor. ( sayangnya O/S belum banyak mendukung, benchmark PII dual processorpun oleh ZDBench lebih banyak dilakukan via Win95 ketimbang via NT)Kedua, memungkinkan upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di Motherboard sebab bila tidak ZIF socket 9 , bisa seluas Form Factor(MB)nya sendiri konsep hemat space ini sejak 8088 juga sudah ada .Mengapa keluar juga spesifikasi SIMM di 286? beberapa diantaranya adalah efisiensi tempat dan penyederhanaan bentuk.
Ketiga, memungkinkan penggunaan cache module yang lebih efisien dan dengan speed tinggi seimbang dengan speed processor dan lagi-lagi tanpa banyak makan tempat, tidak seperti AMD / Cyrix yang “terpaksa” mendobel L1 cachenya untuk menyaingi speed PII (karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6 dan Cyrix 6×86 bukan cepat di processor melainkan cepat di hit cache! Sebab dengan spec Socket7 kecepatan L2 cache akan terbatas hanya secepat bus data / makin lambat bila bus datanya sedang sibuk, padahal PII direncanakan beroperasi pada 100MHz (bukan 66MHz lagi). Point inilah salah satu alasan kenapa intel mengganti chipset dari 430 ke 440 yang berarti juga harus mengganti Motherboard.

Cara memperbaiki motherboard

Komputer sendiri terdiri dari banyak sekali perangkat, seperti keyboard, speaker, layar dan juga CPU. Pada CPU juga terdapat banyak perangkat, salah satunya adalah motherboard. Dengan adanya motherboard lah komputer dapat menjalankan perintah - perintah ke perangkat lainnya saat pengguna mengoprasikan komputer. Motherboard juga juga dimiliki oleh Laptop, karena motherboard sendiri merupakan komponen penting bagi sebuah laptop dan komputer.



Untuk kualitas, hampir semua perangkat komputer serta laptop memiliki motherboard yang baik. Hanya saja motherboard juga bisa rusak, misalnya karena kepanasan akibat terlalu lama digunakan. Bisa juga disebabkan oleh human error, atau kesalahan dari penggunanya. Misalnya tidak sengaja dijatuhkan, atau mungkin terkena air. Saat motherboard rusak, perangkat komputer ataupun laptop tidak dapat dioperasikan seperti biasanya.

Dan tentunya jika sudah seperti ini, jalan satu - satunya agar komputer atau laptop dapat digunakan kembali adalah dengan memperbaiki motherboardnya. Memperbaiki motherboard komputer dan laptop sendiri terbilang sulit, namun tergantung kerusakannya juga. Misal jika kerusakannya disebabkan oleh debu yang menempel pada komponen motherboard, maka cukup dengan membersihkan debu tersebut motherboard sudah dapat beroperasi seperti biasanya. namun jika kerusakaannya disebabkan oleh hal lain, maka beda lagi cara penanganannya.


Pada kesempatan kali ini kami tidak akan membagikan tips untuk memperbaiki motherboard yang rusak, sebab sebelumnya disini kami sudah pernah membahas hal tersebut. Dan kali ini kami ingin meenyarankan anda agar membeli ebook yang berisi tutorial lengkap memperbaiki motherboard yang rusak. Ebook ini sendiri berasal dari Qbonk Media Group, dimana ebook yang berasal dari sana sudah terbukti ampuh mengatasi berbagai masalah komputer. Buat yang ingin membelinya, silakan klikdisini dan ikuti petunjuk di website tersebut.

Tutorial Cara Memperbaiki Motherboard Komputer / Laptop Rusak dgn Gejala Tombol Power Tidak Berfungsi

Motherboard ini adalah bagian interior komputer yang pada dasarnya otak utama laptop. Meskipun motherboard laptop rusak mungkin tampak seperti sia-sia untuk di perbaiki, tapi ada cara untuk memperbaiki motherboard tanpa perlu membayar profesional ratusan ribu rupiah untuk memperbaiki mereka. Salah satu tanda yang paling yakin bahwa motherboard kebutuhan perbaikan jika tombol power pada laptop ditekan, tetapi tetap saja tidak mau menyala atau tak ada perubahan. nah mari kita cek dan ikuti langkah-langkah berikut ini.

Langkah-Langkah Cara Memperbaiki Motherboard Komputer / Laptop Mati Total :

1. Matikan Laptop dan Pastikan sudah ditutup. Bahkan jika laptop dimatikan, pastikan bahwa kabel listrik juga dicabut dari laptop.

2. Lepaskan panel samping. Panel samping yang sering dipakai di tempat dengan beberapa sekrup. Cukup buka sekrup dan tarik kuat pada panel luar untuk menghapusnya.

3. Sentuh sepotong logam di tempat lain selain komputer. Motherboard sangat rentan terhadap listrik statis. Segala jenis shock statis dapat membuat kerusakan motherboard bahkan lebih serius. Pastikan Anda tidak memiliki statis pada Anda sebelum Anda mulai bekerja pada interior komputer.

4. Cari steker besar yang menghubungkan motherboard dengan power supply unit. Sumbat ini sulit untuk dilewatkan. Ini mungkin memiliki 20 atau 24 pin. Ringan menariknya dan kemudian mendorong kembali steker ke tempat hanya untuk memastikan koneksi ketat.

5. Periksa colokan lain untuk memastikan mereka juga ketat. Plug longgar bisa menghambat jumlah daya motherboard menerima. Juga periksa untuk melihat bagaimana RAM tongkat telah disisipkan. Tongkat harus pas dihubungkan dengan sedikit atau tanpa gerak. Jika ada menggoyangkan, pastikan tab yang diikat.

6. Tempatkan panel samping kembali pada tempatnya, dan kencangkan dengan sekrup. Pasang laptop dan tekan tombol power. Ada kesempatan baik bahwa motherboard Anda sekarang akan berfungsi dengan baik dan tombol power akan bekerja. 

MSI Z87-GD65 GAMING

Seit dem Sockel 1155 bietet MSI als Ergänzung zu den eigenen Grafikkarten auch spezielle Gaming-Mainboards an. Das ändert sich auch beim Sockel 1150 nicht: MSI hat eine neue Version auch für Haswell-Prozessoren herausgebracht. Da interessiert es uns natürlich, ob und in welchem Umfang MSI Veränderungen oder Verbesserungen beim Z87-GD65 GAMING im Vergleich zum Vorgänger implementiert hat. Und wie sieht das Gaming-Mainboard im Vergleich zur starken Konkurrenz von ASRock und ASUS aus?
Vergangenes Jahr überraschte uns MSI mit dem Z77A-GD65 GAMING (zum Hardwareluxx-Test), welches im Grunde ein farblich angepasstes Z77A-GD65 (zum Hardwareluxx-Test)war. Der einzige technische Unterschied lag beim Netzwerk-Controller, der beim Gaming-Modell gegen einen Killer E2205 ausgetauscht wurde. Nun, da der Sockel 1150 mit den Haswell-Prozessoren erhältlich ist, ist es nur verständlich, dass MSI auch in diesem Fall eine Gaming-Version anbieten möchte, die nun auf den Namen "Z87-GD65 GAMING" hört. Für den schmaleren Geldbeutel hat MSI aber auch noch das Z87-G43 GAMING sowie das Z87-G45 GAMING im Angebot. Wir werfen also zunächst den Blick auf die High-End-Variante. 
Zu der Ausstattung des Z87-GD65 GAMING gehören drei mechanische PCIe-3.0-x16-Slots, mit denen auch eine Hardware-Konfiguration mit zwei NVIDIA- oder drei AMD-Grafikkarten kein Problem darstellt. Für SSDs, HDDs und optische Laufwerke wurden an insgesamt acht SATA-6G-Ports gedacht. USB-Anschlüsse in der Revision 3.0 sind in sechsfacher Ausführung vertreten. In Sachen Sound hat man sich für den Realtek ALC1150 entschieden. Auf den folgenden Seiten werden wir die etwa 160 Euro teure Platine natürlich genauer untersuchen.
img_4.jpg
Das MSI Z87-GD65 Gaming in der Übersicht.
Bei der farblichen Gestaltung hat sich nichts verändert. Generelle Gaming-Produkte von MSIsind allesamt rot-schwarz. Immer mit anwesend ist der mittlerweile dazugehörige Drache, der sicherlich nicht jeden Käufer geschmacklich treffen wird, aber zum Branding der Gaming-Reihe passt. Bis auf rote Akzente an den Kühlkörpern ist die gesamte Platine in Schwarz gehalten, was auch für das PCB selbst gilt. Dank des ATX-Formats liegt die Gehäuse-Kompatibilität auf einem problemlosen Niveau.

ASUS Z87-Deluxe - goldener Start in die vierte Core-Generation

Endlich ist es soweit, Intels neue Haswell-Plattform auf Basis des Sockel 1150 ist nun verfügbar. Pünktlich zum Haswell-Launch haben wir neben dem Haswell-Artikel auch gleich einen passenden Mainboard-Artikel für unsere Leser vorbereitet. Mitte Mai hat ASUS ihre neuen Mainboards mit Intels Z87-Chipsatz offiziell vorgestellt. Darunter befand sich auch das Z87-Deluxe als Flaggschiff aus der Z87-Serie. Von den vielen Modellen, die für den Endkunden-Bereich erschienen sind, haben wir uns auch gleich für das Z87-Deluxe entschieden. Unser erstes Haswell-Mainboard macht mit unserem Testablauf seine Bekanntschaft.
Seitdem ASUS die Mainboards für den Sockel 1156 auf den Markt gebracht hat, dominierte die blau/schwarze Farbkombination. Nun mit der Markteinführung der Sockel 1150-Mainboards, zumindest mit dem Z87-Chipsatz, hat sich das taiwanesische Unternehmen ebenfalls etwas Neues einfallen lassen. Wie wir bereits im Überblick zu den neuen ASUS-Platinen berichtet haben, schwenkt das Unternehmen nun auf Gold und Schwarz um. Dies sorgte bei unseren Lesern teilweise für eine gewisse Portion Unmut. Es steht aber völlig außer Frage, dass die nun festgelegten Farben schlicht und ergreifend Geschmackssache sind.
Das ASUS Z87-Deluxe ist das neue Flaggschiff aus der neuen Desktop-Serie und versorgt den Käufer mit einer großen Anzahl an Anschlussmöglichkeiten und Features. Zum einen befinden sich drei mechanische PCIe-3.0-x16-Slots auf dem PCB, die mit maximal 16 Lanes von der Haswell-CPU versorgt werden. Dazwischen wurden zusätzlich vier PCIe-2.0-x1-Slots untergebracht. Gleich zehn pfeilschnelle SATA-6G-Schnittstellen stehen bereit, darunter sechs Stück über den brandneuen Z87-PCH. Acht USB-3.0- und zwölf USB-2.0-Ports gehören außerdem zur Ausstattung.
img_4.jpg
Das ASUS Z87-Deluxe in der Übersicht.
Die PCB-Farbe hat man in Schwarz gelassen. Lediglich die blauen Akzente mussten nun dem auffallendem "Gold" weichen. Die teilweise knallgelben Erweiterungs- und DIMM-Slots sowie die gelben SATA-Ports passen optisch gut mit den goldfarbigen Passivkühlkörpern zusammen.

Überblick: Die Z87-Mainboards von ASUS

Noch gute drei Wochen werden vergehen, bis die Haswell-Prozessoren von Intel offiziell vorgestellt werden und käuflich zu erwerben sind. Von ASRock wurden als erstes die passenden Sockel 1150-Mainboards im unteren Preissegment gelistet und darüber hinaus auch die höherpreisigen Modelle vorgestellt. Nun hat ASUS die Gelegenheit genutzt und möchten ihre Mainboard-Produkte mit Intels Z87-Chipsatz, abseits der anstehenden Computex, offiziell vorstellen. Wir wurden von ASUS bereits Ende April in Amsterdam auf einem Technical Seminar mit einer Menge an interessanten Informationen versorgt, die wir unseren Lesern selbstverständlich nicht vorenthalten möchten.
Weiterhin wird es bei den drei bekannten Mainboard-Serien bleiben, die man aktuell bereits gewohnt ist. Die Rede ist von der normalen Desktop-Serie, der "Republic of Gamers"-Serie und schließlich von der "The Ultimate Force"-Serie. In jeder Serie gibt es dabei Neuzugänge, sprich neue Modelle mit neuen Modellbezeichnungen.

Die ASUS Z87-Desktop-Serie:
ASUS Z87-Mainboards
Schon im Vorfeld konnten sich einige Bilder von den neuen Mainboards von ASUS im Internet verbreiten. Was einem als erstes auffiel: ASUS hat nun die Farbgebung etwas geändert. Statt einer Blau/Schwarz-Kombination setzt man nun auf eine golden/schwarze Kombi. Seit der Vorstellung der Sockel 1156-Mainboards mit Intels 5-Chipsatzserie ist man der blau/schwarzen Farbkombination treu geblieben, was sich nun, mit den Sockel 1150-Mainboards ändert. Nicht umsonst lautet das Motto "Into the Future of Gold!". Es lässt sich jedoch nicht abstreiten, dass rein optisch eine Ähnlichkeit mit der Black Extreme-Serie von ECS vorhanden ist.

ASUS Z87-C:

Den Anfang macht das Z87-C, das allem Anschein nach das Einsteigermodell in die neue Z87-Serie darstellen soll:
img_5.jpg
Das ASUS Z87-C als Einstiegsmodell.
Man kann sehr gut die vier vorhandenen Phasen für die CPU und eine Phase für die vier DIMM-Slots erkennen, die womöglich nur begrenzt hilfreich sein werden, wenn man die Haswell-CPU bis ans Limit übertakten möchte. An Erweiterungsslots stehen zwei PCIe-3.0-x16-Slots zur Auswahl, mit denen auch ein Multi-GPU-Setup mit zwei Grafikkarten möglich ist. Darüber hinaus sind zwei PCIe-2.0-x1-Slots und gleich drei PCI-Slots vorhanden. Neu beim Z87-PCH ist die mögliche Ansteuerung von sechs nativen SATA-6G-Schnittstellen, was auch beim kleinsten Modell gleich ausgereizt wird. Wie es sich für ein Einstiegsmodell gehört, hat man auf besonderen Schnickschnack verzichtet. Über das I/O-Panel hat man Zugriff auf vier USB-3.0-Ports. Zwei weitere sind über den internen Header möglich. An USB-2.0-Anschlüssen sind, die internen Header mit einbezogen, insgesamt acht Anschlüsse nutzbar.

ASUS Z87-A:

Das nächstgrößere Modell ist das Z87-A:
img_5.jpg
Bessere Ausstattung mit dem ASUS Z87-A.
Bei diesem Modell bekommt es die CPU gleich mit der doppelten Anzahl an Phasen zu tun, was auch für die DIMM-Slots gilt. Die Erweiterungsslots umfassen drei mechanische PCIe-x16-, zwei PCIe-2.0-x1- und zwei gewöhnliche PCI-Slots. Genau wie beim C-Modell sind insgesamt sechs SATA-6G-Anschlüsse vertreten, die allesamt auch um 90 Grad angewinkelt sind. Direkt unterhalb befinden sich zwei Switches. Was die beiden Schalter bewirken sollen, ist aktuell jedoch unklar. Als kleinen Bonus verfügt das A-Modell über den MemOk!-Taster.

ASUS Z87-Plus:

Weiter geht es mit dem Z87-Plus:
img_5.jpg
Mehr Qualität und noch weitere Anschlussmöglichkeiten sind mit dem ASUS Z87-Plus drin.
Die Ausstattung entspricht im Großen und Ganzen dem vom Z87-A. Auch hier sind acht Phasen für die CPU verlötet worden. Jedoch handelt es sich um andere Modelle. Die Art und Anzahl der Expansion-Slots ist mit dem Z87-A identisch. Ein weiterer Unterschied ist bei den SATA-Schnittstellen zu finden. Statt den sechs gelben Anschlüssen, die über den Z87-PCH kommunizieren, sind noch zwei weitere SATA-6G-Konnektoren verbaut worden, die über einen zusätzlichen SATA-Controller arbeiten.

ASUS Z87-Pro:

Next Stop: Das ASUS Z87-Pro:
img_5.jpg
Das ASUS Z87-Pro erhält als Zusatz ein WiFi-Modul.
Passend zur Pro-Version trifft man auf eine stärker ausgeprägte CPU-Spannungsversorgung. Zur Grundausstattung gehören drei PCIe-x16-Slots sowie vier kleine PCIe-2.0-x1-Slots. Auf PCI-Slots verzichtet man allerdings gänzlich. So wie es beim Z87-Plus der Fall ist, kann man mit dem Z87-Pro auf acht SATA-6G-Anschlüsse zurückgreifen. Ebenfalls vorhanden ist ein MemOk!-Button, ein Onboard-Power-Taster und eine Debug-LED. Neben einem LAN-Port befinden sich außerdem WLAN und Bluetooth im Funktionsumfang.

ASUS Z87-Deluxe:

Natürlich gibt es auch wieder eine Deluxe-Version, die sich simpel Z87-Deluxe nennt:
img_5.jpg
Das ASUS Z87-Deluxe als Flaggschiff aus der Serie.
Das Deluxe-Modell ist vom Groben her wie das Pro-Modell aufgebaut. Hier und da bietet es einige zusätzliche Anschlussmöglichkeiten. Für SSDs, HDDs und optische Laufwerke halten sich in der Summe gleich zehn schnelle SATA-6G-Buchsen bereit. Zusätzlich hat man an viele Overclocking-Features gedacht, wie ein MemOk!-Button, jeweils einen Power- und Reset-Taster sowie ein CMOS-Clear-Switch. Für eine schnelle Diagnose sind erstaunlicherweise zwei Debug-LEDs auf das PCB verlötet worden.

ASUS Z87-WS:

ASUS hat auch gleich zu Anfang an die Workstation-Sektion gedacht. Ein Board davon wird das Z87-WS sein:
img_5.jpg
Ein Workstation-Mainboard mit viel Ausstattung.
Wer extreme Anforderungen hat, dabei aber nicht unbedingt zum Sockel 2011 greifen möchte, wird mit dem Z87-WS ausreichend bedient. Vertikal sind bereits acht Phasen zu sehen, die sich um die Prozessorspannung kümmern. Ungewöhnlich bei diesem Mainboard ist die Anzahl von zwei 8-poligen EPS-Stromanschlüssen, die sonst eher bei einzelnen Sockel 2011-Platinen zu finden sind. Bereitgestellt werden ebenfalls zehn SATA-6G-Konnektoren. Hauptsächlich für Grafikkarten hat sich ASUS für vier mechanische PCIe-x16-Slots entschieden, mit denen also eine Multi-GPU-Konfiguration mit vier Grafikkarten kein Problem darstellt. Ein weiterer Indikator dafür ist ein vorhandener 6-poliger PCIe-Stromanschluss, der möglichen Instabilitäten entgegenwirken soll. Des Weiteren kann der Käufer auf einen MemOk!- und DirectKey-Button zurückgreifen sowie für Overclocking-Anwender auf einen Power-, Reset- und einen CMOS-Clear-Button. Wie bei der Deluxe-Version hat man die Möglichkeit, eventuelle Probleme mittels zwei Debug-LEDs leichter ausfindig zu machen. Ebenfalls interessant ist der vertikale USB-2.0-Port direkt auf der Unterseite.

ASUS P9D-WS:

Ein weiteres Workstation-Mainboard, jedoch in abgespeckter Form, ist das P9D-WS:
img_5.jpg
Kompletter ECC-UDIMM-Support ist beim ASUS P9D-WS mit inbegriffen.
Ein offensichtlich preisbewusstes Workstation-Mainboard sieht man nicht alle Tage. Dabei ist das ASUS P9D-WS grundsolide ausgestattet. Es beherbergt vier PCIe-x16-, einen PCIe-2.0-x1- und zwei PCI-Slots. Die Storage-Anschlüsse umfassen insgesamt sechs Stück. Die Besonderheit dieser Platine stellt die Unterstützung für ECC-UDIMMs dar.

ASUS Z87I-Deluxe:

Viel Ausstattung im Mini(ITX)-Format, das Z87I-Deluxe:
img_5.jpg
Viel Ausstattung auf geringem Terrain: Das ASUS Z87I-Deluxe
Die Deluxe-Version im MiniITX-Format. Aus Platzgründen kommen natürlich nur zwei DIMM-Slots und ein PCIe-3.0-x16-Slot in Frage. Bei den sechs möglichen SATA-6G-Ports hat man es allerdings gelassen. Mächtig auftrumpfen kann es bei den USB-Anschlüssen. Direkt über das I/O-Panel sind sechs USB-3.0- und nochmal vier USB-2.0-Buchsen anzutreffen. Intern ist zur jeweiligen USB-Spezifikation zusätzlich ein Header mit inbegriffen. Was bei einem Kleinstvertreter natürlich auch nicht fehlen sollte, ist Wireless-LAN. Das befindet sich beim Z87I-Deluxe ebenfalls mit an Bord.
Die Präsentationsfolien offenbaren darüber hinaus zwei weitere Mainboard-Modelle. Einmal ein Z87-Deluxe/Dual und ein Z87-Expert, über das es derweil keine weiteren Informationen gibt.

Motherboard Asus F1A75

Motherboard Asus F1A75 dirancang dengan + DIGI eksklusif VRM dan UEFI BIOS paling intuitif di pasar. Asus F1A75-V EVO adalah motherboard pertama di dunia dengan soket FM1  dengan dual PCI-x8/x8 Express untuk mendukung AMD CrossFire , sementara seluruh rentang motherboard ASUS F1A75 Series dirancang secara native akan mendukung USB versi 3.0 dan standar SATA 6Gbps . Motherboard ASUS Seri F1A75  didasarkan pada chipset AMD A75  terbaru  dan socket FM1, yang mendukung APU. Termasuk menyertakan kinerja kelas atas dari AMD yaitu HD 6000 seri Radeon prosesor untuk grafis dengan dukungan Grafis AMD Dual.
Dengan tambahan PCI-Express Radeon GPU  untuk memulai Radeon dual mode Grafis, kinerja dapat ditingkatkan hingga 128 persen. Termasuk pada semua motherboard Asus Seri F1A75 ada juga menu antarmuka UEFI BIOS  . UEFI BIOS memungkinkan pengguna untuk mengontrol dan menyesuaikan pengaturan BIOS mereka melalui antarmuka mouse diaktifkan untuk navigasi yang lebih user-friendly.